◎ID⌄
IDBahasa IndonesiaENEnglishTRTürkçeFAفارسیTHไทยJA日本語ZH中文ARالعربيةVITiếng ViệtDEDeutschRUРусскийUKУкраїнська
Ekosistem Halal

Gowes Wakaf dan Deklarasi Kawasan Halal, MES DIY Dorong 43 UMKM Ayam Goreng Kalasan

MES DIY menggelar Gowes Wakaf dan Deklarasi Komitmen Kawasan Halal Ayam Goreng Kalasan, melibatkan 43 UMKM dalam rangkaian Road to JHF #3 Internasional 2026.

Pengurus MES DIY yang diketuai Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec. saat mengukuhkan komitmen Kalasan sebagai Kawasan Halal Ayam Goreng sekaligus Road to JHF #3

KALASAN, SLEMAN, 11 Oktober 2026 — Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Gowes Wakaf MES DIY dan Deklarasi Komitmen Kawasan Halal (KKH) Ayam Goreng Kalasan di Tirtomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Ahad (11/10). Kegiatan yang diikuti sekitar 115 peserta ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Jogja Halal Fest (JHF) #3 Internasional 2026, yang akan berlangsung pada 4–6 Desember 2026.

Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, lembaga keuangan syariah, pelaku usaha, serta komunitas untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem halal dan pemberdayaan UMKM.

Rangkaian acara diawali dengan gowes bersama sejauh kurang lebih 15 kilometer yang dibuka oleh Ketua Umum MES DIY, Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Kegiatan dilanjutkan dengan jamuan ringan, pembagian doorprize, sambutan pemangku kepentingan, laporan penghimpunan wakaf, penyerahan simbolis papan nama UMKM, serta penandatanganan deklarasi komitmen kawasan halal.

Halal untuk Kepercayaan dan Daya Saing UMKM

Ketua Umum MES DIY, Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec., menegaskan bahwa pengembangan ekosistem halal perlu dipahami sebagai upaya meningkatkan kualitas dan daya saing usaha, bukan semata-mata memenuhi ketentuan agama.

“Halal bukan hanya tentang kepatuhan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan konsumen. Komitmen terhadap kehalalan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas, kesehatan, cita rasa, dan konsistensi produk,” ujarnya.

Menurut Prof. Edy, Jogja Halal Fest #3 Internasional 2026 menjadi momentum untuk memperluas promosi produk halal, membangun jejaring usaha, serta membuka peluang kolaborasi dan investasi. Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai organisasi, termasuk Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan LDII, dalam mendorong pengembangan ekosistem halal di DIY.

Ketua Paguyuban Ayam Goreng Kalasan Maju Makmur, melalui sambutan yang disampaikan Sigit Wahyudi, menyampaikan apresiasi kepada MES DIY dan seluruh pihak yang mendukung pengembangan kawasan. Perhatian pelaku usaha terhadap aspek halal dinilai penting untuk menjaga kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat identitas kuliner lokal.

Sementara itu, Panewu Kalasan, Samino, S.IP., M.Ec.Dev., berharap kolaborasi tersebut dapat membuat Ayam Goreng Kalasan semakin dikenal luas dan diminati masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing usaha di wilayah Kalasan.

43 UMKM Berkomitmen Mengembangkan Kawasan Halal

Sebanyak 43 UMKM Ayam Goreng Kalasan menyatakan komitmen untuk turut mengembangkan kawasan tersebut sebagai sentra kuliner yang mengedepankan nilai-nilai halal. Komitmen ditandai dengan penyerahan simbolis papan nama UMKM, penandatanganan deklarasi, dan pembukaan papan denah kawasan.

Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat identitas kawasan kuliner, meningkatkan kesadaran pelaku usaha, serta mendorong tata kelola usaha yang semakin baik dan berdaya saing.

Pengembangan kawasan selanjutnya memerlukan edukasi, pendampingan, dan sinergi dengan pemangku kepentingan terkait. Komitmen bersama tersebut juga perlu ditindaklanjuti melalui pemenuhan persyaratan serta proses sertifikasi halal sesuai ketentuan yang berlaku.

Penghimpunan Wakaf Mencapai Rp538 Juta

Dalam kegiatan yang sama, Ketua Lembaga Wakaf MES DIY, H. Edi Sunarto, S.E., M.M., melaporkan bahwa penghimpunan dana wakaf telah mencapai sekitar Rp538 juta dari potensi Rp1,5 miliar.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam wakaf uang dan memperkuat peran keuangan sosial Islam bagi kemaslahatan masyarakat.

“Edukasi dan sosialisasi perlu terus diperluas agar semakin banyak masyarakat memahami wakaf uang dan berpartisipasi dalam gerakan ini,” demikian substansi pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Sebagai tindak lanjut, Lembaga Wakaf MES DIY merencanakan pengajian dan sosialisasi wakaf pada November 2026. Pengembangan gerakan serupa juga diharapkan menjangkau wilayah lain, termasuk Kabupaten Bantul dan Kulon Progo.

Kolaborasi Menuju Jogja Halal Fest 2026

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Pemerintah Kapanewon Kalasan, perwakilan Pemerintah Kalurahan Tirtomartani, Kepala Dusun Bendan Tirtomartani, KUA Kalasan, IPHI Kalasan, serta berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan. Sejumlah lembaga keuangan syariah juga berpartisipasi, di antaranya BPD DIY Syariah, BDS sebagai sponsor acara, LKS PWU BPRS HIK MCI, BPRS MAM, BPRS BDS, BPRS BDW, dan BMT Beringharjo. Komunitas Dhuri Cycling turut memeriahkan kegiatan gowes bersama.

Melalui kegiatan ini, MES DIY mempertemukan agenda literasi wakaf, pemberdayaan UMKM, dan penguatan ekosistem halal dalam satu gerakan kolaboratif. Upaya tersebut diharapkan menghasilkan tindak lanjut nyata yang berdampak pada kualitas usaha, kepercayaan konsumen, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sebagai bagian dari Road to Jogja Halal Fest #3 Internasional 2026, MES DIY mengajak pemerintah, lembaga keuangan syariah, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan pelaku usaha untuk berkolaborasi mewujudkan Yogyakarta sebagai salah satu pusat pengembangan ekosistem halal Indonesia.