Jogja Halal Fest #2 menjadi ruang pertemuan bagi pelaku usaha dari 14 sektor industri halal. Pada pembukaan, laporan media mencatat 252 stan sebagai angka aktual, berbeda dari angka kapasitas atau rencana 350 pelaku usaha yang disampaikan sebelum acara.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meninjau penyelenggaraan pada 4 November 2022. Dalam kunjungan itu, produk kreatif halal yang telah dikurasi disebut berpeluang diperkenalkan pada rangkaian KTT G20.
Kurasi, kualitas produk, cerita merek, dan kesiapan pasar menjadi jembatan agar UMKM tidak hanya tampil di pameran, tetapi juga menjangkau promosi internasional.
Kehadiran pemerintah, lembaga keuangan, asosiasi, akademisi, dan pembeli memberi peluang bagi peserta untuk mencari informasi sertifikasi, pembiayaan, kemitraan, dan akses pasar. Business matching dan counseling booth menjadi bagian dari upaya mengubah kunjungan pameran menjadi hubungan bisnis.
Bagi produk yang ingin memasuki panggung internasional, penampilan di booth hanyalah permulaan. Pelaku usaha perlu memastikan kapasitas produksi, kontinuitas pasokan, legalitas, sertifikasi, kualitas kemasan, dan kemampuan berkomunikasi dengan calon buyer. Kurasi festival dapat menjadi tahap awal untuk mengenali kesenjangan tersebut.
Kunjungan tokoh nasional dan peluang promosi pada rangkaian G20 memberi visibilitas yang besar. Namun, perhatian publik perlu diikuti pendampingan agar produk dapat memenuhi ekspektasi pasar. Cerita merek yang kuat harus ditopang spesifikasi yang konsisten, harga yang kompetitif, serta proses pemenuhan pesanan yang dapat diandalkan.
Di sinilah kerja sama antarlembaga menjadi penting. Pemerintah dan regulator membantu legalitas serta standar, lembaga keuangan membuka pembiayaan, asosiasi memperluas jaringan, dan pembeli memberikan sinyal mengenai kebutuhan pasar yang sebenarnya.
Pengalaman JHF #2 menjadi salah satu dasar pengembangan edisi berikutnya. Untuk mengukur dampak secara lebih kuat, penyelenggara perlu membedakan jumlah stan, jumlah pelaku usaha, hasil transaksi, dan kemitraan yang benar-benar berlanjut setelah acara.

