Road to Jogja Halal Fest #3 diperkuat melalui program pengembangan kawasan halal yang melibatkan MES DIY, LPEK PP Muhammadiyah, G2R Tetrapreneur, dan MBA FEB UGM Kampus Jakarta. Program ini diarahkan untuk menghubungkan potensi lokal dengan standar layanan dan ekosistem halal yang lebih utuh.
Tiga konteks kawasan yang disebut dalam program adalah Wukirsari, Kalasan, dan Napak Tilas KH Ahmad Dahlan. Setiap kawasan memiliki karakter berbeda, sehingga pengembangannya tidak hanya berbicara tentang sertifikasi produk, tetapi juga tata kelola, kualitas layanan, kesiapan UMKM, dan sumber daya manusia.
Kawasan Industri Halal, Kuliner Halal Aman dan Sehat (KHAS), wisata ramah Muslim, penguatan UMKM, tata kelola, layanan, dan SDM.
Hasil pengembangan kawasan direncanakan dibawa ke JHF #3 sebagai contoh penerapan ekosistem halal pada tingkat lokal. Dengan cara ini, festival dapat berfungsi sebagai ruang promosi sekaligus tempat bertemunya pengelola kawasan, pelaku usaha, pendamping, pemerintah, dan calon mitra.
Wukirsari memiliki kekuatan pada kerajinan dan pengalaman wisata berbasis komunitas. Kalasan berada di kawasan dengan pergerakan wisata dan ekonomi yang tinggi. Sementara Napak Tilas KH Ahmad Dahlan memiliki nilai sejarah yang dapat dikembangkan melalui narasi, layanan, dan pengalaman perjalanan ramah Muslim. Perbedaan tersebut menuntut pendekatan yang tidak seragam.
Pengembangan kawasan halal membutuhkan lebih dari kegiatan seremonial. Pelaku UMKM perlu memahami standar bahan, proses produksi, higienitas, pelayanan, pemasaran, serta prosedur sertifikasi. Pengelola kawasan juga perlu menyusun pembagian peran, mekanisme pengawasan, dan pengalaman pengunjung yang konsisten.
Kolaborasi dengan akademisi dan lembaga pendamping dapat membantu menyusun peta potensi, kebutuhan pelatihan, serta indikator kemajuan. Sementara keterlibatan jaringan usaha dibutuhkan agar produk dan layanan kawasan memiliki jalur pasar setelah proses pendampingan selesai.
Program ini masih berada pada tahap pengembangan. Dampak akhirnya perlu dilihat dari indikator seperti jumlah UMKM yang mendapat pendampingan, peningkatan mutu layanan, sertifikasi yang selesai, serta kemitraan yang berlanjut setelah festival.

