Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) DIY Prof. Dr. H. Mahfud Sholihin (baju batik biru) merasa terhormat karena selalu diajak untuk berpartisipasi dalam event halal terbesar di Indonesia, Jogja Halal Fest yang ketiga. ICMI DIY dengan heterogenitas keilmuannya siap menjadi partner program dan menjadi narasumber berbagai hal.
Dalam pertemuan terbatas dengan panitia JHF #3 yang terdiri atas Budi Setyawan, Mursida Rambe, Endah S., dan Rahadi Saptata Abra di Jakarta, sangat antusias mendukung JHF #3 menjadi event halal berkelas internasional sebagaimana MIHAS di Malaysia atau Mega Halal di Bangkok dan berbagai negara lain.
Artinya, walaupun dimulai dari Jogja, asalkan banyak komunitas dan lembaga serta pemerintah mendukung JHF, bukan hal mustahil akan menjadi event tahunan yang ditunggu-tunggu pelaku usaha dan industri halal dari berbagai negara. Hal ini di mana halal atau syariah telah berkembang di seluruh dunia dan menjadi semacam kepercayaan kalau halal itu sehat, aman, bertanggung jawab, melegakan, dan menjadi semacam garansi. Jadi, tidak mesti hanya untuk kalangan muslim saja.
Banyak pengusaha nonmuslim yang lebih percaya kepada lembaga keuangan syariah. Banyak orang makin tenteram stay di hotel syariah. Banyak orang nonmuslim yang merasakan aman dan menikmati ketika bertemu hidangan halal.
“Kami sangat mendukung JHF go internasional,” kata Prof. Mahfud Sholihin, yang juga dosen di FEB UGM.

