YOGYAKARTA - Halal Club Yogyakarta (HCY) menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Jogja Halal Fest (JHF) #3 yang akan berlangsung pada 4-6 Desember 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.
Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan terbatas HCY bersama sejumlah pelaku usaha. Para peserta pertemuan optimistis JHF#3 akan menjadi ruang strategis untuk memperluas penggunaan produk halal sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen, pembeli, dan mitra bisnis.
Tokoh pengusaha ritel Yogyakarta, Hj. Pamela Sunardi Sahuri, menyambut antusias penyelenggaraan JHF#3. Panitia mensyaratkan peserta pameran dan kegiatan business-to-business memiliki legalitas usaha yang jelas serta membawa produk yang telah memenuhi ketentuan halal.
Kebijakan tersebut diharapkan meningkatkan kepercayaan pengunjung dan mitra bisnis terhadap produk yang ditampilkan. JHF#3 juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi pelaku usaha yang sedang menyiapkan legalitas dan sertifikasi produknya.
Pengusaha Wawan Harmawan memperkirakan ketersediaan booth JHF#3 akan segera terpenuhi. Tingginya minat pelaku usaha dinilai menunjukkan bahwa promosi produk halal semakin mendapat tempat di kalangan dunia usaha maupun masyarakat.
Ketua HCY DIY Mursida Rambe menegaskan bahwa kampanye penggunaan produk halal perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, cakupan produk halal kini semakin luas, tidak hanya makanan dan minuman, tetapi juga fesyen, produk kreatif, serta berbagai barang dan jasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kesadaran menggunakan produk berlabel halal sudah menjadi kebutuhan, bukan sekadar bentuk pembelaan terhadap suatu produk,” ujar Mursida, yang juga merupakan pendiri dan pimpinan BMT Beringharjo.
HCY meyakini produk halal akan semakin dicari apabila didukung kualitas yang baik, kemasan menarik, promosi yang tepat, serta manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, JHF#3 diharapkan tidak hanya menjadi tempat pameran, tetapi juga ruang peningkatan kualitas dan daya saing pelaku usaha.
Kolaborasi HCY, panitia, komunitas, dan dunia usaha diharapkan memperkuat posisi JHF#3 sebagai salah satu agenda penting pengembangan industri halal Indonesia.
