ID
IDBahasa IndonesiaENEnglishTRTürkçeFAفارسیTHไทยJA日本語ZH中文ARالعربيةVITiếng ViệtDEDeutschRUРусскийUKУкраїнська
Opini / Insight

Jogja Halal Fest #3: Dari Yogyakarta untuk Kolaborasi Ekonomi Halal Dunia

Jogja Halal Fest #3 menjadi platform kolaborasi bisnis, investasi, dan inovasi yang menghubungkan Indonesia dengan ekonomi halal global.

Hari Haryadi, Ketua Komite Tetap Bidang Investasi KADIN DIY dan Koordinator Alumni Indonesia-Turkiye Yogyakarta

Perkembangan ekonomi halal dunia telah membuka babak baru dalam perdagangan dan investasi internasional. Permintaan terhadap produk dan jasa halal terus meningkat, tidak hanya di negara-negara mayoritas Muslim, tetapi juga di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Timur. Kondisi ini menjadikan ekonomi halal sebagai salah satu sektor prospektif bagi pertumbuhan ekonomi dunia pada dekade mendatang.

Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis dalam perkembangan tersebut. Dengan populasi Muslim yang besar, kekayaan sumber daya alam, serta ekosistem UMKM yang kuat dan dinamis, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi salah satu pusat ekonomi halal dunia. Namun, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang erat antara pelaku usaha, investor, pemerintah, akademisi, dan mitra internasional.

Dalam konteks itulah Jogja Halal Fest (JHF) #3, yang akan diselenggarakan pada 4-6 Desember 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, menjadi relevan dan strategis. Festival ini bukan sekadar pameran produk halal, melainkan platform diplomasi ekonomi yang mempertemukan pelaku usaha, investor, pembeli, akademisi, pemerintah, dan komunitas bisnis dari berbagai negara dalam satu ruang kolaborasi produktif.

Yogyakarta memiliki keunggulan tersendiri untuk memainkan peran tersebut. Sebagai kota pendidikan, budaya, pariwisata, dan kewirausahaan, Yogyakarta menawarkan kombinasi kreativitas, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia. Lingkungan bisnis yang kondusif serta semangat kolaboratif yang tumbuh di tengah masyarakat menjadikan Yogyakarta lokasi ideal untuk membangun jejaring ekonomi halal global.

JHF#3 diharapkan menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha luar negeri untuk menjalin kemitraan dengan pelaku usaha Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari perdagangan, investasi, pengembangan produk bersama, transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pembukaan akses pasar internasional.

Bagi Indonesia, kolaborasi dengan pelaku usaha global bukan hanya tentang peningkatan nilai transaksi perdagangan. Kolaborasi dapat mempercepat peningkatan kualitas produk, adopsi teknologi, penguatan standar internasional, serta peningkatan daya saing UMKM nasional. Sebaliknya, bagi pelaku usaha internasional, Indonesia menawarkan pasar yang besar, bonus demografi, ketahanan ekonomi, dan peluang pertumbuhan jangka panjang.

Sebagai penyelenggara bersama, KADIN DIY dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY memandang ekonomi halal sebagai instrumen pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Manfaat pertumbuhan ekonomi halal tidak boleh hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi juga harus dirasakan UMKM, petani, nelayan, pelaku industri kreatif, pesantren, dan generasi muda yang sedang membangun usaha serta inovasi.

Karena itu, JHF#3 tidak hanya berbicara tentang produk halal. Festival ini berbicara tentang masa depan investasi, perdagangan, inovasi, dan kemitraan global. Dari Yogyakarta, kami ingin mengirimkan pesan kepada dunia bahwa Indonesia siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan ekonomi halal global.

Kami mengundang investor, pembeli, kamar dagang, asosiasi bisnis, lembaga keuangan syariah, perusahaan, dan UMKM dari berbagai negara untuk hadir, berdialog, serta membangun kerja sama berkelanjutan. Dunia saat ini membutuhkan lebih banyak kolaborasi. JHF#3 hadir untuk menjembatani semangat tersebut.

Yogyakarta membuka pintunya bagi dunia. Indonesia siap menjadi mitra. Ekonomi halal dapat menjadi bahasa bersama untuk menciptakan kemakmuran yang inklusif, berkelanjutan, dan mendunia.

Invest in Jogja. Partner with Indonesia. Grow with the Global Halal Economy.