Selama penyelenggaraan Jogja Halal Fest pertama dan kedua, pelapak booth kuliner benar-benar berpesta karena meraih keuntungan 100 persen setelah diserbu puluhan ribu pembeli.
Mereka, walau merogoh kocek sampai Rp5 jutaan, bisa memperoleh lebih dari Rp10 jutaan.
Sebut saja Pak Sudarsono, penjual jeruk peras yang mengaku selalu mendapatkan untung saat mengikuti gelaran JHF. "Alhamdulillah, walau hanya jualan jeruk peras dan telah mendapatkan sertifikat halal, makin laris dan digemari," kata pedagang spesialis pameran besar di JEC dan tempat lain ini.
Sementara itu, Achmad Fajar dari Sekretariat JHF #3 menyampaikan informasi bahwa sampai saat ini booth-booth besar VVIP dan VIP sudah hampir penuh terisi atau sold out. Pada JHF #3 yang digelar 4–6 Desember 2026 di JEC dengan target pengunjung mencapai 70.000 orang, masih tersedia tempat untuk pelapak kuliner dan UMKM. "Insyaallah masih sangat terbuka. Salah satu syaratnya, pelapak harus menyertakan sertifikat halal yang diterbitkan pemerintah," kata Fajar yang juga Ketua HIPMI Syariah DIY ini.
Senada dengan Fajar, Direktur Bisnis JHF #3 Rahadi Saptata Abra menyampaikan terima kasih kepada banyak perusahaan dan lembaga yang sudah menyatakan diri bergabung dalam gelaran event halal terbesar dan bertaraf internasional ini. "Yakin pasti booth akan terisi penuh. Karenanya, siapa yang terlebih dahulu melakukan booking, kita istimewakan," kata pemilik panggilan Abro ini.
Dia berpesan kepada UMKM kuliner, khususnya, untuk segera melakukan booking melalui Sandra di Sekretariat JHF #3, Kantor KADIN DIY, atau berkirim WhatsApp ke +62 821-4915-7822.


